Keperawatan dan Ilmu Tehnologi Informasi

Perkembangan tehnologi pada jaman sekarang tidak memungkiri perawat untuk menambah ilmunya mengenai IT terutama hal-hal yang dapat meringankan kegiatan pelayanan kepada pasien.

Asuhan Keperawatan

Dalam melaksanakan tugasnya perawat harus memiliki keahlian dalam merumuskan beberapa hal mulai dari pengkajian pasien, diagmosa keperawatan, intervensi, harapan yang diinginkan dan evaluasi saat melakukan tindakan.

Artikel Kesehatan

Perlunya banyak bahan bacaan tentang kesehatan tidak hanya diperuntukkan bagi tenaga kesehatan saja, tapi semua kalangan pun memerlukannya.

My Beloved College

Universitas Gadjah Mada, itu Kampusku. Fakutasku ada di Fak. Kedokteran Umum. Aku ada di Prodi Ilmu Keperawatan. Dan aku sangat bangga menjadi bagian dari mereka

my story love

Tuhan pasti mempunyai alasan mengapa kita dipertemukan... dipersatukan... kamu adalah kenyataan yang ada sekarang... nyata yang indah, yang menyenangkan...

Tampilkan postingan dengan label contoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label contoh. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Oktober 2013

kasus berkaitan Role and Relationship

Kasus :
Ns. Lina 26thn. Merupakan perawat lulusan S1 Universitas terkenal di Indonesia, khususnya di Yogyakarta. Setelah lulus dari S1 keperawatan Ns. Lina mendaftar kerja di suatu Rumah Sakit di daerah asal Ns. Lina. Kebetulan pendiri RS tersebut masih mempunyai hubungan saudara dengan Ns. Lina. Karena dianggap perawat S1, Ns. Lina langsung menjabat sebagai kepala ruang. Ns. Lina tidak dapat menolak tawaran itu, meskipun Ns Lina merasa dirinya belum cukup mampu.

Perawat senior enggan untuk menjalankan program-program yang di buat oleh Ns. Lina. Ns. Lina juga merasa tidak enak jika harus menegur perawat-perawat senior di ruangan. Ns. Lina mengatakan “merasa tidak nyaman dengan posisinya sebagai kepala ruang karena perawat ruangan tidak mendukungnya”.

Secara teoritis Ns. Lina paham betul mengenai Leadership and nursing management, namun pada kenyataannya program-program yang Ns.Lina rencanakan sulit sekali untuk terealisasi. Ns Lina mulai cemas dengan kondisinya. Ns. Lina merasa bersalah karena sebagai perawat S1 yang telah diberikan kepercayaan merasa belum bisa mengerjakan tugasnya dengan baik. Karena merasa malu, Ns. Lina jarang menghadiri rapat evaluasi ruangan bersama dengan pimpinan-pimpinan RS untuk berkonsultasi mengenai permasalahan yang ada di ruangan, ada saja alasan yang membuat Ns. Lina tidak datang.

Beberapa hari ini Ns. Lina merasa sulit tidur karena memikirkan pekerjaannya dikantor. Saat dirumah yang Ns. Lina pikirkan adalah tanggungjawabnya sebagai kepala ruang.

Pengkajian
DO :
Ns Lina jarang menghadiri rapat evaluasi ruangan bersama dengan pimpinan RS untuk berkonsultasi mengenai permasalahan yang ada di ruangan.

DS
- Ns. Lina merasa belum cukup mampu untuk menjadi kepala ruangan
- Ns. Lina merasa tidak enak jika harus menegur perawat-perawat senior di ruangan
- Ns. Lina mengatakan “merasa tidak nyaman dengan posisinya sebagai kepala ruang karena perawat ruangan tidak mendukungnya”.
- Ns. Lina Merasa cemas dengan kondisinya
- Ns. Lina merasa bersalah karena sebagai perawat S1 yang telah diberikan kepercayaan merasa belum bisa mengerjakan tugasnya dengan baik
- Ns. Lina merasa sulit tidur karena memikirkan pekerjaannya dikantor
- Saat dirumah yang Ns. Lina pikirkan adalah tanggungjawabnya sebagai kepala ruang

B. Diagnosa
Diagnosa 1. Ketidakefektifan penampilan peran
Domain 7 : Hubungan Peran
Kelas 3 : Penampilan Peran
Definisi : Pola perilaku dan pengekspresian diri yang tidak sesuai dengan konteks lingkungan, norma, dan harapan 

· Batasan karakteristik
- Ansietas
- Ketidakadekuatan kepercayaan diri
- Ketidakadekuatan menejemen diri
- Pesimisme
- Ketidakpuasan peran
- Ketegangan peran
- Ketidakadekuatan motivasi 

· Faktor yang berhubungan
- Harga diri rendah
- Kurang penghargaan
- Usia muda
- Ketidakadekuatan sistem dukungan

· NOC
Level kecemasan
Indikator:
Ø Menurunya kegelisahan
Ø Menurunya kesulitan konsentrasi
Ø Menurunya kesulitan memecahkan masalah
Ø Verbalisasi kecemasan
Ø Menurunya gangguan tidur

Koping
Indicator:
Ø Kemampuan identifikasi pola koping yang efektif
Ø Kemampuan memverbalkan control perasaan
Ø Kemampuan menggunakan personal support sistem
Ø Kemampuan identifikasi personal koping strategies
Ø Melaporkan penurunan gejala fisik stress
Ø Melaporkan penurunan perasaan negative
Ø Melaporkan meningkatnya kenyamanan psikologis

Motivasi
Indicator:
Ø Mengembangkan rencana tindakan
Ø Memelihara harga diri positif
Ø Kemampuan menyelesaikan tugas

Penampilan peran
Indicator:
Ø Melaporkan strategi untuk perubahan peran
Ø Menampilkan harapan peran
Ø Menampilkan perilaku peran komunitas
Ø Menampilkan perilaku peran kerja
Ø Melaporkan nyaman dengan harapan peran
Ø Melaporkan nyaman dengan perubahan peran

Control kecemasan diri
indicator :
Ø Memonitor intensitas kecemasan
Ø Menggunakan strategi koping yang efektif
Ø Mempertahankan penampilan peran
Ø Mempertahankan hubungan social
Ø Mempertahankan konsentrasi
Ø Mempertahankan keadekuatan tidur

· NIC
1. Role Enhancement
Definisi: membantu pasien, orang lain, dan atau keluarga untuk meningkatkan hubungan dengan memperbaiki dan meningkatkan hubungan peran yang spesifik.
Aktivitas:
- Membantu pasien untuk mengidentifikasi perilaku yang dibutuhkan untuk peran yang baru atau yang berubah.
- Mendorong pasien untuk mengidentifikasi deskripsi yang realistis dari dari perubahan peran.
- Membantu pasien untuk mengidentifikasi strategi positive untuk memanajemen perubahan peran
- Menyediakan role model untuk mempelajari perilaku baru ,sesuai kebutuhan
- Mengajarkan perilaku baru yang dibutuhkan pasien untuk mengisi peran

2. Self Aware Enhancement
Definisi: membantu pasien untuk mengeksplor dan mengerti pikiran, perasaan, motivasi, dan perilakunya
Aktivitas:
- Mendorong pasien untuk menghargai dan mendiskusikan pikiran dan perasaanya
- Membantu pasien untuk menyadari bahwa siapapun adalah unik
- Membantu pasien mengidentifikasi perilaku yang membangun diri
- Membantu pasien untuk mempersiapkan kemungkinan respon negatif dirinya

3. Self Esteem Enhancement
Definisi: membantu pasien untuk meningkatkan penilaian dirinya terhadap kesalahan dirinya.
Aktivitas:
- Memonitor statemen pasien terhadap kesalahan dirinya
- Mendorong kontak mata ketika berkomunikasi dengan orang lain
- Mereinforcement kekuatan personal yang telah diidentifikasi oleh pasien
- Membantu pasien untuk mengidentifikasi respon positif dari orang lain
- Menahan diri dari kritisi negatif
- Menahan diri untuk mengejek
- Mengeksplor kesuksesan sebelumnya
- Mendorong pasien utuk mengevaluasi perilakunya
- Mendorong pasien untuk menerima perubahan-perubahan baru
- Reward atau mengapresiasi perkembangan pasien dalam mencapai tujuan
- Memfasilitasi lingkungan dan aktivitas yang akan meningkatkan harga diri
- Membuat statement positif tentang pasien.

4. Coping Enhancement
Definisi: membantu pasien dalam penerimaan stressor, perubahan, dan ancaman yang mengganggu keseimbangan hidup dan peran.
Aktivitas:
- Mendorong pasien untuk mengidentifikasi deskripsi yang realistis dari perubahan peran
- Mengevaluasi kemampuan pasien membuat keputusan
- Mendorong pasien dalam mengembangkan hubungan
- Mengeksplor keberhasilan pasien sebelumnya
- Mengeksplor alasan pasien mengkritisi dirinya
- Membantu pasien mengidentifikasi respon positif dari orang lain
- Mengeksplorasi metode pasien sebelumnya dalam menghadapi permasalahan hidup
- Mengenalkan pasien kepada orang atau group yang sukses menghadapi pengalaman yang sama
- Membantu pasien untuk mengidentifikasi support system yang ada
- Menyediakan social skill training sesuai kebutuhan
- Membantu pasien mengidentifikasi strategi positif untuk menghadapi perubahan peran
- Membantu pasien untuk memecahkan masalah
- Mendorong pasien untuk mengevaluasi perilakunya

Diagnosa ke-2. Ansietas
Domain 9 : koping/toleransi stress
Kelas 2 : respon koping
Definisi : perasaan tidak nyaman atau kekhawatiran yang samar-samar disertai respon autonom( sumber sering kali tidak spesifik atau tidak diketahui oleh individu); perasaan takut yang disebabkan oleh antisipasi terhadap bahaya.
 
· Batasan karakteristik
- Gelisah
- Insomnia
- Ragu/tidak percaya diri 

· Faktor yang berhubungan
- Perubahan dalam status peran dan fungsi peran

· NOC
Level kecemasan
Indikator:
- Tingkat kegelisahan
- Kesulitan konsentrasi
- kesulitan memecahkan masalah
- kemampuan verbalisasi kecemasan
- gangguan tidur

Control kecemasan diri
Indikator:
- Kemampuan memonitor intensitas kecemasan.
- Kemampuan menggunakan strategi koping yang efektif
- Kemampuan mempertahankan penampilan peran
- Kemampuan mempertahankan hubungan social
- Kemampuan mempertahankan konsentrasi
- Kemampuan mempertahankan keadekuatan tidur
- Tingkat respon kontrol kecemasan

Penyesuaian psikososial : perubahan hidup
Indicator:
- Kemampuan mempertahankan harga diri
- Kemampuan mempertahankan produktivitas
- Melaporkan merasa berguna
- Verbalisasi optimis tentang masa depan
- Menggunakan strategi koping yang efektif

· NIC
1. Meningkatkan koping
Definisi: membantu pasien dalam penerimaan stressor, perubahan, dan ancaman yang mengganggu keseimbangan hidup dan peran.
Aktivitas:
- Mendorong pasien untuk mengidentifikasi deskripsi yang realistis dari perubahan peran
- Mengevaluasi kemampuan pasien membuat keputusan
- Mendorong pasien dalam mengembangkan hubungan
- Mendorong aktivitas social dan komunitas
- Mengeksplor keberhasilan pasien sebelumnya
- Mengeksplor alasan pasien mengkritisi dirinya
- Membantu pasien mengidentifikasi respon positif dari orang lain
- Mengeksplorasi metode pasien sebelumnya dalam menghadapi permasalahan hidup
- Mengenalkan pasien kepada orang atau group yang sukses menghadapi pengalaman yang sama
- Membantu pasien untuk mengidentifikasi support system yang ada
- Menyediakan social skill training sesuai kebutuhan
- Membantu pasien mengidentifikasi strategi positif untuk menghadapi perubahan peran
- Membantu pasien untuk memecahkan masalah
- Mendorong pasien untuk mengevaluasi perilakunya

2. Mengurangi kecemasan
Definisi : meminimalisasi ketakutan, prasangka, atau kesulitan yang berhubungan dengan sumber yang tidak diketahui dari antisipasi yang berbahaya.
Aktivitas :
- Menggunakan pendekatan yang menenangkan
- Mencari untuk memahamai prespektif pasien dari situasi stress
- Mendorong verbaliasasi perasaan, persepsi, dan ketakutan
- Mendorong pengggunaan mekanisme pertahanan yang sesuai
- Menginstruksikan pasien untuk menggunakan teknik relaksasi
- Observasi verbal dan non verbal dari gejala kecemasan

Jumat, 11 Oktober 2013

Kasus Typhoid

Kasus
Anak Dela , berusia 1 tahun 6 bulan memiliki masalah aktif typhoid dengan keluhan utama demam. Hasil pemeriksaan fisik terakhir : tingkat kesadaran Compos menitis, TD 88/41 mmHg, RR 24x/menit, Nadi 124 x/menit, BB 11 kg dan LK 40 cm. Saat ini anak Dela di bawa ke rumah sakit karena 7 HSMRS anak mengalami suhu tubuh dan 5 hari HSMRS anak dibawa ke dokter dan menjalani rawat jalan dan diberi obat penurun panas dan kemudian anak Dela 1 HSMRS anak Dela tetap demam dan baru dianjurkan untuk rawat inap.


ASUHAN KEPERAWATAN
Data Objektif
Analisis Tanda Vital:
TD 88/41 mmHg
Untuk usia anak Dela, 1 tahun 6 bulan TD 88/41 mmHg tergolong rendah. Tekanan sistolik yang menggambarkan tekanan maksimum pada dinding arteri saat puncak sistol pada anak dibawah normal dan tekanan diastole yang menggambarkan tekanan arterial minimum yang terjadi aat diastole tergolong juga dibawah normal karena untuk usia 1 sampai 4 tahun tekanan sistol dan diastole normalnya 99/65 mmHg.
RR 24x/menit
Kecepatan bernafas normal. Pada usia 1 sampai 3 yaitu 20 sampai 40 kali per menit. Dan kecepatan bernafas anak Dela berada pada rentang 20-50 sehingga kecepatan bernafas anak normal.
Nadi 124x/menit
Denyut nadi per menit untuk usia 1-2 tahun normalnya adalah 110. Kecepatan denyut nadi anak Dela ialah 124x/menit sehingga tergolong tidak normal.
Suhu 38 C
Seseorang dikatakan bersuhu tubuh normal, jika suhu tubuhnya berada pada 36oC - 37,5oC
Seseorang dikatakan bersuhu tubuh rendah (hypopirexia/hypopermia), jiak suhu tubuhnya < 36oC
Seseorang dikatakan bersuhu tubuh tinggi/panas jika:
- Demam : Jika bersuhu 37,5 oC - 38oC
- Febris : Jika bersuhu 38oC - 39oC
- Hypertermia : Jika bersuhu > 40oC
Suhu anak Dela yaitu 37 C maka anak Dela tergolong kategori tidak normal karena termasuk dalam kategori suhu tinggi.
 

Analisa gejala klinis
1. Warna dan bentuk Feses
  Warna feses bayi kuning dan lunak, frekuensi pengeluarannya 2 kali sehari, hal ini normal. Ini menunjukan bahwa bayi tidak mengalami diare.
2. Warna urin kuning dengan frekuensi 6-8 kali sehari. Untuk anak yang masi banyak mengkonsumsi susu dan air putih ini normal. 
3. Mulut lembab tidak ada stomatitis beriarti anak tersebut tidak muntah. 
4. Kulit bersih tidak tampak pucat menunjukkan tidak kehilangan  banyak cairan dan tidak ada perdarahan di bawah kulit


Analisa pemasukan nutrisi
     Anak mendapatkan  diet Energi: 50 Kkal/KgBB/hr dan intake protein sebanyak  3 gr/kgBB/hr diberikan 3 kali sehari karena untuk umur 1 tahun 6 bulan itu kebutuhan metabolisme basal anak dibutuhkan sekitar 50 Kkal/Kg/hr. 
     Anak telah mendapatkan infus KAEn 3 A 750 cc/hari karena anak diberi linfus tersebut larutan rumatan nasional untuk memenuhi kebutuhan harian air dan elektrolit dengan kandungan kalium cukup untuk mengganti ekskresi harian, pada keadaan asupan oral terbatas. 


Analisa hasil laboratorium
     Widal :
Hasil pemeriksaan laboratorium Widal menunjukkan Salmonella Thypi Titer H : 1/320 dan Salmonella Thypi titer O : 1/320ini berarti anak positif terdapat bakteri Salmonella thypi.


a. Pemeliharaan dan persepsi kesehatan
    Setiap anaknya sakit keluarga langsung membawa ke fasilitas kesehatan untuk periksa
b. Nutrisi
   Selama sakit anak mendapat diet Energi: 50 Kkal/KgBB/hr dan protein : 3 gr/kgBB/hr diberikan 3 kali sehari
c. Cairan
    Klien terpasang infus; KaEn 3 A: 750 cc/hr
d. Aktivitas
    Anak masih bisa bermain di atas tempat tidur
e. Tidur dan istirahat
   Anak  bisa melakukan aktivitas bermain di rumah sakit
f. Eliminasi
   BAB : 1 -2 kali sehari dengan konsistensi lunak warna kuning. BAK : 6-8 kali sehari, warna kuning
g. Pola hubungan
   Anak mendapat ASI dari ibunya selama sakit
h. Koping dan disiplin yang diterapkan
-
i. Kognitif dan persepsi
   Fungsi pendengaran dan penglihatan baik
j. Konsep diri
-
k. Seksual
    Klien belum di sirkumsisi
l. Nilai
   Orang tua dan anak beragama islam, keluarga berusaha dan pasrah dengan kondisi anaknya
 

Data Subjektif
            Orang tua klien mengatakan bahwa:
7 HSMRS, anak mengalami peningkatan suhu tubuh dan .
5 HSMRS, di bawa ke dokter anak, kemudian disuruh rawat jalan dan diberi obat penurun panas
1 HSMRS, demam . Kemudian di bawa ke RS dan dianjurkan untuk di rawat inap



Diagnosa Keperawatan 1
NANDA : READINESS, FOR ENHANCED FLUID BALANCE  2002, LOE 2.1
 ( Meningkatkan keseimbangan cairan)
Domain 2: Nutrition
Class 5: Hydration
Definis:  sebuah pola keseimbangan antara volume cairan dan komposisi kimia dari cairan tubuh yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dan dapat menguatkan fisik.
Batasan karakteristik:
·         Mengekspresikan keinginan dalam meningkatkan keseimbangan cairan.
·         Jaringan turgor baik.
·         Memberan mukusa lembab.
·         Tidak terdapat edema.
·         Tidak ada peningkatan kehausan.
·         Berat badan stabil.
Faktor yang berhubungan: -
Hasil yang disarankan NOC:
1.      Ketaatan: Diet Sehat.
Indikator:
·         Orang tua selalu mencuci buah segar dan sayuran sebelum diberikan pada anaknya.
·         Keseimbangan cairan yang masuk dan cairan yang keluar.
·         Mencegah makanan yang akan mempengaruhi pengobatan.
·         Terhindarnya makanan yang akan menimbulkan reaksi alergi pada klien.
2.      Pengetahuan: Diet
Indikator:
·         Klien hanya mengkonsumsi makanan dan cairan yang diperbolehkan dalam diet.
·         Klien harus menghindari makanan dan cairan yang tidak diperbolehkan dalam diet.
3.      Status Nutrisi: asupan makanan dan cairan.
Indikator:
·         Jumlah makanan dan cairan yang masuk melalui oral klien.
4.      Status Nutrisi: asupan nutrisi.
Indikator:
·         Keadekuatan zat gizi(kalori, protein, lemak , karbohidrat, vitamin, mineral, besi, dan kalsium) yang masuk dalam tubuh.
5.      Aturan Menyusui : Bayi
Indikator:
·         Memberikan penyusuan minimal 5-10menit
·         Minimal 8 kali pemberian susu setiap harinya
·         Frekuensi urinasi setiap hari disesuaikan usia.
Intervensi Keperawatan:
1.      Perawatan pada Bayi
Definisi: Menetepakan pengembangan perawatan yang berpusat keluarga pada anak di bawah usia satu tahun.
Kegiatan:
·         Monitor berat badan dan panjang badan bayi.
·         Monitor intake dan output dengan tepat.
·         Pastikan side rail pada tempat tidur bayi dinaikan saat bayi tidak berada dalam penjagaan.
·         Monitor keselamatan dari lingkungan sekitar bayi.
·         Sediakan mainan yang aman untuk bayi.
·         Sediakan informasi pada orang tua tentang perkembangan anak dan bagaimana membesarkan anak.
·         Dorong orang tua untuk menyediakan perawatan sehari-hari untuk bayi dengan tepat.
·         Beritahukan pada orang tua mengenai kemajuan bayi.
·         Buat bayi merasa nyaman setelah dilakukan prosedur yang menimbulkan rasa nyeri.
·         Beri makan anak yang sesuai dengan perkembangannya.
2.      Monitor Cairan
Definisi: mengumpulkan dan menganalisis data pasien untuk mengatur keseimbangan cairan.
Kegiatan:
·         Monitor berat badan
·         Monitor intake dan output.
·         Monitor tekanan darah, nadi, dan pernafasan.
·         Tetap catat intake  dan output secara akurat.
·         Monitor membran mukosa, turgor kulit, dan tingkat kehausan.
·         Monitor warna, kuantitas, dan gravity spesific dari urin.
Evaluasi
Keluarga klien mampu menjelaskan penyebab demam tifoid dan cara cara pencegahannya.
Keluarga klien melaksanakan usaha preventif dan pengobatan terhadap demam tifoid.
Perawat melaksanakan pemonitoran terhadap intake dan output klien.
Perawat melaksanankan pemonitoran terhadap tanda klinis klien.
Keluarga klien memenuhi asupan nutrisi yang disarankan.
Keluarga klein khususnya ibu memberikan asi tetap pada klien



Diagnosa Keperawatan 2

Hypertermia
Domain 11 : safety/protection
Class 6 : Thermoregulation

Definisi: suhu tubuh yang meningkat diatas rata-rata normal

Batasan Karakteristik
·         Kenaikan suhu tubuh diatas rata-rata normal
·         Tachycardia
·         Terasa hangat saat disentuh

Faktor yang berhubungan
·         Kondisi Sakit

Hasil yang disarankan NOC:
Thermoregulation, ineffective

Definisi : fluktuasi temperature antara hypothermi dan hypertermi
1.      Risk Control : Hypertermi
2.      Thermoregulation
Definisi : keseimbangan produksi panas, pnas tinggi dan kehilangan panas.
Indikator :
·         Berkeringat bila panas
·         Peningkatan pernafasan
·         Denyut jantung apical
·         Orang tua melaporkan kenyamanan suhu badan anak
·         Kenaikan suhu tubuh dapat berkurang sampai batas normal
·         Menurunkan status hyperthermia menjadi normal
3.      Tanda-tanda Vital
Definisi : memperpanjang temperature, denyut nadi, respirasi dan tekanan darah dalam keadaan normal.
Indicator :
·         Temperature tubuh
·         Denyut jantung
·         Denyut nadi radial
·         Tekanan darah

Intervensi Keperawatan:
Temperature Regulation
Definisi : mencapai dan/atau menjaga suhu tbuh menjadi normal
·         Monitor suhu tubuh terakhir setiap 2 jam, jika diperlukan.
·         Monitor dan menyampaikan tanda dan gejala dari hyperthermia dan hypothermia.
·         Sesuaikan suhu lingkungan dengan kebutuhan pasien.
·         Berikan obat-obatan yang diperlukan untuk mencegah atau mengontrol keadaan menggigil yang dirasakan pasien.
Evaluasi
Perawat memonitor tanda tanda vital dan tanda klinis secara berkala.
Perawat memberikan dan mengontrol obat obatan yang diresepkan.
Perawat mengatur keadaan lingkungan sesuai dengan kenyamanan klien.
Klien merasakan nyaman setelah diberikan intervensi.
Keluarga klien dapat ikut serta memantau perkembangan klien.
 


Aktivitas Keperawatan
1. Pengkajian
Memantau tanda-tanda klinis klien.
Memantau tanda-tanda vital klien.
Memantau intake dan output makanan klien.
2. Pendidikan untuk pasien dan keluarga
Pengelolaan nutrisi: Berikan informasi yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi dan bagaimana orang tua klien dapat memenuhi kebutuhan tersebut.
Memberikan informasi dan mendidik keluarga mengenai segala sesuatu tentang demam typhoid , termasuk pencegahan dan sanitasi.
3. Aktivitas Kolaborasi
Merundingkan dengan ahli gizi untuk mengimplementasikan intake nutrisi yang tepat untuk klien.
Berkolaborasi dengan tenaga medis lain tentang penanganan penyakit klien.